![]() |
| source |
Teruntuk Huakiau di Venesia yang (selalu) aku sanjung
Huakiau yang
selalu berdiri di pertigaan kanal dekat Gondola
Huakiau
yang selalu memeluk erat buku diary
yang bersampukan warnal biru
Huakiau
yang selalu menunggu untuk dibawanya pulang
Heran,
mengapa sosokmu begitu menawan walau sekedar sapaan pandang?
Mungkin
senyum manismu atau merah meronanya pipimu itu sihir?
Sederhana
seperti itu saja sosokmu berhasil membawaku terbang akan cinta
Maaf saja
sebelumnya, karena kamu aku tak merasa lagi jatuh akan cinta
Aku mungkin
akan mengajakmu berkenal sapa terlebih dahulu
Membawamu
ke penginapan terdekat dan bercumbu lekat denganmu
Atau mungkin
aku akan menculikmu pergi bersama Vespa LX-ku
Menuju
jembatan Rialto. Ya, jembatan yang
ada di foto cover bukumu itu
Lalu sesampainya
disana aku akan memelukmu 514 tahun
lamanya
Ditemani
air yang tenang dan Traghetto yang
melaju di bawah kita
Ahh… maafkan kesederhanaanku yang hanya bisa
bermimpi
Tapi untuk
membuat segalanya menjadi nyata dan
senada pun
Aku rela
tidur dalam dekap silang lenganku dan tak bangun lagi
Dan segera mewujudkan
terbang akan cintamu, Huakiauku.

No comments:
Post a Comment